Senin, 19 Agustus 2013

hidup itu harapan

berharap dan berharap, pertanda bahwa hidup itu masih berlanjut
dari waktu ke waktu
dari cerita ke cerita
dari hati ke hati
dari rasa ke rasa
bahkan dari berfikir sampai berdzikir
hidup itu tandanya adalah harapan itu sendiri

makna kata
makna rasa
makna fikir
dan makna fungsi hidup itu
ada dalam harapan itu sendiri

kamu berjalan pada sebuah lintasan yang lurus atau yang berkelok
berjalanlah terus
jika perlu mendaki dan turun
nikmatilah
jika terasa pegal dan lelah
bersukurlah

karena perjalananmu sedang dalam tingkatan normal

jika kamu temukan problem hidup
jika kamu dapatkan cercaan kata
jika kamu rasakan keletihan demi keletihan
jangan kamu jawab terlebih dahulu
melainkan rasakan - resapi - rasakan atau diam

banyak hal yang memang gak masuk akal
banyak soal yang memang gak toleran
banyak masalah yang memang ngagetin

memang itulah hidup
hidup sedang berproses untuk menuntunmu
menuntun hidup seharusnya
menuntun untuk melahirkan kembali kesejatian yang kamu inginkan

hidup itu harapan itu sendiri


Senin, 25 Februari 2013

betapa terlihat dengan jelas

nikmatnya sehat itu sangat sering dirasa ketika datangnya sakit
nikmatnya kebersamaan sering kali hadir manakala perpisahan terjadi
nikmatnya sebuah anugerah haruskah terasa dengan kepergiannya
haruskah kurasa pada saat aku pun tidak dapat merasakannya

tanpa sadar

permainan hidup sering kali menipu pandangan dan pendengaran hati

tanpa terasa

banyak jebakan
dan
banyak yang terjebak

(oleh pandangan kita saat ini)

haruskah sehat itu dirasa pada saat sakit menimpa kita
haruskah teman itu pergi dan setelah itu baru dirasa bahwa berteman itu perlu
haruskah kemampuan itu lenyap dari diri kita,
kemudian kita akan tahu betapa berbagi itu perlu?

tanpa hidup
tanpa sadar
tanpa terasa

haruskah kita melawan?

pada saatnya kamu memang tidak bisa berdaya

masihkah kita mau melawan?

Tuhan melihat (apa pun) yang kamu lakukan.

Selasa, 06 Maret 2012

menemukan seberkas sinar

berkaca pada sebuah berkas kehidupan yang telah berlalu
sangat terasa kasih sayang mama dan papa begitu sempurna
Tuhan sangat terasa dekat
alam teramat dekat dan bersahabat
Jalinan komunikasi pun saling bertautan
saling berinteraksi dalam senyum kehangatan

kehadiran sahabat
terasa tanpa hambatan saling mendampingi
kehadiran teman
turut mendoakan setiap langkah
kehadiran seorang istri
memberi warna yang khas bagi nuansa kasih dan sayang

Tuhan dan alam pun tersenyum, memberi restu yang tak terbatas
betapa kasih dan sayang itulah yang telah mempertegas kehidupan itu sendiri

sampai pada suatu perjalanan pada tapal batas langkah disebuah siang dan malam
kita mesti termenung
betapa hidup tak perlu risau dengan rintangan, ancaman, intimidasi dan segala masalah

sendiri,
tak lagi dalam kebersamaan,
seperti sebuah dongeng klasik,
kesepian bukanlah satu hal yang perlu di agung-agungkan,
sampai otak dan hati menyatu,
memperebutkan sebuah ketenangan.

padahal,
bukanlah kesepian itu sendiri yang menjadi hambatan untuk mengintip seberkas sinar kehidupan,
akan tetapi
adalah karena egosentrisme yang berkelana bersama ambisi,
maka
kau pun terlanda kepenatan yang amat sangat,
ketika kau selama ini tak mau berbagi rasa,
tapa beranjangsana,
tanpa pikir,
yang selama ini bahwa kau sepertinya tak butuhkan Tuhan, Alam, dan Orang lain,
itu adalah keterjebakan yang kau ciptakan sendiri

jadi,
nimatilah kesendirian
bersama kasih sayang Tuhan, Alam dan orang lain,
tanpa usah kau berfikir bahwa anda harus memperoleh seperti yang anda ambisikan
tak perlu bersikap seperti itu.

BIARLAH APA YANG TELAH ANDA CAPAI SELAMA INI
JADI BERTAMBAH DAN BERKEMBANG,
HANYA KARENA POSITIONING ANDA DALAM MENGIKLASKAN APAPUN YANG DITERIMA SELAMA INI

optimis!

Sabtu, 11 Februari 2012

tak seberapa

memulai sesuatu itu, terkadang terasa amat berat, ada hasrat dan tikaman kemalasan yang tak berdasar.
menapaki anak tangga satu persatu, perlahan kuayunkan langkah kaki ini
kuhirup udara secara pelan-pelan jua
mengusung satu persatu hasrat yang terpendam,
(dan adalah kau inspirasiku)
maka kini tak terasa ternyata sudah berada dilantai yang paling atas
sebenarnya tak ingin aku tahu dan faham
akan tetapi ternyata
perlu juga berbagi,
bagimu untuk sebuah pengertian;
betapa hidup itu mengalir tanpa perlu tersumbat.

tak seberapa memang tujuan itu
akan tetapi dari sinilah sesuatu itu menjadi dan berada

 thakns a lot oh my god

Rabu, 21 September 2011

melihat yang tercinta, indonesiaku di bumiku

Meihat tempat kelahiranku, di kampungku di jawa tengah, di kabupaten tegal, tepatnya di desa karangasem, banyak sekali perubahan-perubahan secara fisik lingkungannya maupun penduduknya. Dulu yang dengan pohon-pohon asem dan mahoni di pinggir jalan, gede-gede dan reranting dan daunnya rindang meneduhkan setiap pemakai jalan dan penghuninya, pohon-pohon jati yang tumbuh subur dan hijau, padi-padi tumbuh sehat dan aos isinya, burung-burung bangau dan emprit, dan prenjak, dan ketilang, dan tekukur, dan jalak, dan burung manyar dengan sarang-sarangnya yang mengagumkan, sapi-sapi yang gemuk dan perkasa di lapangan rumput yang hijau dan indah, bercengkerama dengan kambing , kerbau, dan bebek-bebek dan dengan para pengembalanya yang makan ketimun muda, dan kecipir, dan labuh, dan kacang-kacangan, dan juga singkong-singkong yang muda dan  manis tanpa direbus dan tanpa pula dibakar, alam kampungku itu berpadu mesra dengan anak-anak yang sepulang sekolah dan main layang-layang bergegas ke surau dan masjid begitu mendengar bedug dan kumandang adzan. 

Sapaan seorang ibu dan bapak, sebagai orang tua menyentuh hati dan membangkitkan kinerjanya yang tulus berpadu kash sayang. Guru-guru dan ustad begitu sederhana, tanpa mengeraskan pita suara dan menarik urat lehernya, mereka berkomunikasi dengan murid-muridnya dan juga penduduk kampung dengan suasana akrab, ramah, guyub dan bhineka, menambah memori otak pada hari ini, yang telah mengenal blog di cyber link ini, begitu kangen dan memadu kasih dengan sebuah kenangan-kenangan itu. Hal ini sangat berbeda sekali dengan alam dan zaman anak-anak sekarang ini. Yang sudah berani terang-terangan mengkritk dan menghardik guru dan pemimpin dan bahkan ibu-bapaknya.

Sangat berbeda jauh memang lompatan kehidupan ini.

Indonesiaku, telah melahirkan enam presiden dengan segala atribut dan masa kepemimpinannya, telah membeberkan berbagai type dan karakter dari setiap generasi ke generasi berikutnya, telah mendikte rakyat dan penduduk bangsa ini dari melalui komunikasi langsung, sederhana, dan mudah dimengerti sanpai kepada hegemoni kekuasaan yang dalam komunkasinya sulit dipahami dan tidak mudah dimengerti, tapi gampang menjadi virus dan mudah dicontoh, yakni sikap gampangan, instan dan korup.

Di kampungku yang jauh dari perkotaan, sekarang ini, tak beda jauh dengan hegemoni kehidupan di kota dengan segala problematika dan zamannya. Sopan santun sepertnya hanya ada di kamus dan di buku-buku, tata krama cuma ada di masa lalu, budi pekerti dan nilai luhur  dan norma kemasyarakatan tergerus bersama abrasi ahlak dan tata nilai sosial, susila, dan agama, yang dalam kenyataannya; yakni ahlak, tata nilai sosial, susila dan agama luntur dan nyaris sudah tidak lagi menjadi pegangan hidup atau way of life lagi, akan tetapi sangat mudah dikesampingkan ketika berhadapan dengan tata nilai yang menjunjung tinggi materialisme bagi kebutuhan warga bangsa Indonesiaku.

Saya kira lompatan tata nilai kehidupan ini, hanya terjadi dikampungku semata, akan tetapi ternyata juga  telah mengharubirukan kampung-kampung Indonesiaku.

Tawuran terjadi dari mulai pelajar, mahasiswa, warga, sampai pejabat di depeer  dan di perkantoran. Sikap korup dari rt, rw, lurah dan kepala desa, camat, bupati dan wali kota, gubernur, anggota DPR, MA, Kejaksaan, Peradilan, KPK, MK, KY, Polisi, Menteri dan presiden dan rakyatnya dan anggota masyarakatnya, pun pula tak lagi bisa disembuhkan dalam waktu dekat. 

Hegemoni kehidupan matrialisme, atheisme, asusila, kriminalisme, main instan dan main gampangan, sampai kapan bisa kita singkirkan dan kita sembuhkan? 

Indonesia, betapa prihatin engkau wahai bumi pertiwiku yang tercinta.


Rabu, 27 April 2011

menjemput esok,

dengan senang hati
hari ini ku kumpulkan bekal
dari makanan yang ga basi
dari minuman tanpa pengawet
dari pakaian yang pantas pakai
dari dana yang ga bisa dikorup
dari pagi hingga petang
dari siang hingga malam
dari rumah hingga kantor
dari jalanan hingga istana
dari stasiun satu ke stasiun berikutnya
jalan panjang terbentang di depan

esok akan kudekap kau
persis ketika bekal itu kau restui sebagai anugerah

hari ini aku pamit untuk menemuimu
setelah lengkap semua bekal dan laporan yang sudah diparaf, ditanda tangani dan distempel

esok ... siapkan cahaya untukku
agar kehangatan senyum dan ketulusan hatimu
dapat kami salurkan dengan kecepatan cahaya


indonesia,

darah dan air mata bangsa ini
tulus dan murni
untukmu

Zoo visitors look up to new baby

The baby female, who was born on the 13 November, has been named Molly by Chester Zoo staff. Molly made her debut weighing 11 stone (70kg) and was walking around her enclosure within half an hour, said a zoo spokesperson.

There are just 600 Rothschild giraffes left in the wild in Kenya and Uganda. Mike Jordan, Chester Zoo's Curator of Mammals and Birds, said that she is coming along very well and that they are delighted with her progress. He added that the zoo has a good track record when it comes to breeding giraffes and that they are delighted to welcome another to the fold."

Molly is the first Rothschild giraffe to be born at the zoo and her birth came just a day after the birth of an Asian elephant calf.

Listen to the words

debut
first appearance

enclosure
(here) place where animals are kept

spokesperson
the worker who represents the organization when speaking to journalists

in the wild
living in their natural environment

Curator
person who is in charge of a collection of (here) animals

mammals
animals which have hair or fur and are fed by milk when they are young

coming along
developing, making progress

track record
history of achievements or successes

fold
group or community

calf
young large mammal (usually cow)